PairinPay. Diberdayakan oleh Blogger.
 
SPORT MASSAGE

Macam-macam Manipulasi dan Pengaruhnya

1. Efleurage (Menggosok)
  • Manipulasi pokok dalam sport-massage
  • Caranya menggunakan seluruh permukaan tapak tangan dan jari-jari untuk menggosok daerah-daerah tubuh yang lebar dan tebal
  • Membantu melancarkan peredaran darah dan cairan getah bening (cairan lumphe)
2. Petrisage (comot-tekan)
  • petrisage adalah gerakan tangan untuk mengangkat dan atau menekan otot dengan menggunakan tangan.
  • Gerakan ini akan mendorong atau mempercepat aliran darah disamping mendorong keluar sisa-sisa pembakaran dari tempat persembunyiannya.
3. Tapotement (memukul)
  • Tapotement dapat menggunakan dua tangan menggenggam, pukulan dilakukan dengan menggunakan bagian yang lunak atau tebal dari sisi bawah tapak tangan.
  • Pukulan dapat dilaksanakan dengan cukup kuat di daerah sepanjang atau di atas ruas-ruas tulang belakang (columa vertebralis), akan memberi rangsang yang kuat terhadap pusat syaraf spinal beserta serabut-serabut syarafnya.
  • Membantu mendorong keluar sisa-sisa pembakaran yang masih tertinggal di sepanjang sendi ruas-ruas tulang belakang beserta otot-otot disekitarnya, terutama di daerah pinggang (vertebrae lumbalis) dan punggung (vertebrae thotacalis).
4. Friction (Menggerus)
  • Manipulasi Friction untuk merangsangi serabut syaraf dan otot-otot yang terletak didalam dari permukaan tubuh.
  • Pelaksanaan friction dapat menggunakan ujung-ujung jari untuk daerah yang berlekuk-lekuk sempit, umpama untuk otot-otot di kiri kanan ruas-ruas tulang belakang.
  • Atau menggunakan pangkal tapak tangan untuk daerah yang datar dan lebar. Kadang digunakan pula ujung siku atau ujung kuku tangan untuk daerah otot yang sangat tebal, umpana untuk daerah otot pantat dan otot punggung, dengan maksud supaya dapat mencapai sasaran yang lebih dalam.
5. Walken (Berjalan)
  • Merupakan variasi dari manipulasi effleurage.
  • Hanya digunakan untuk daerah-daerah tertentu, co:  pinggang punggung, dengan maksud untuk lebih menyempurnakan pengambilan sisa-sisa pembakaran oleh darah dan segera dapat dibawa ke jantung.
  • Gerakan tangan yi menggosokkan dengan menggunakan seluruh tapak tangan dan jari-jari, bergerak maju mundur bergantian antara tangan kanan dan kiri.
  • Utk mdptkn hasil yang lebih baik maka tekanan gosokkan harus cukup kuat, otot-2 betul-2 tertekan dan terperas.
  • Manipulasi walken diberikan sesudah friction, dimana banyak sisa pembakaran yang terdorong keluar sesudah terjadinya gerakan gusuran.
6. Vibration (Menggetar)
  • Menggunakan ujung-ujung jari atau seluruh tapak tangan.
  • Getaran yang terjadi diakibatkan oleh kontraksi isometri dari otot-otot lengan bawah dan lengan atas, yaitu kontraksi otot tanpa pemendekan atau pengerutan serabut otot, maka merupakan manipulasi yang berat dan sukar.
  • Pelaksanaannya seperti gerakan bergetar halus
  • Tujuan untuk merangsangi syaraf secara halus dan lembut, dengan maksud untuk menenangkan atau melemahkan rangsang yang berkelebihan pada syaraf yang dapat menimbulkan ketegangan.
7. Shaking atau Kniding (Menggoncang)
 
  • Manipulasi yang paling efektif dalam proses meningkatkan kelancaran peredaran darah, terutama dalam penyebaran sari-sari makanan kedalam jaringan-jaringan.
  • Manipulasi shaking  memacu serabut-serabut otot untuk siap menghadapi tugas yang lebih berat, tanpa memberi pengaruh yang merugikan pada persyaratan maupun serabut-serabut otot itu mandiri.
  • Sangat tepat diberikan kepada olahrawagan disaat menjelang pertandingan dan latihan, atau dapat pula ditengah-tengah acara pertandingan dan latihan, atau dapat pula di tengah-tengah acara pertandingan dan latihan, dengan harapan akan segera mendapatkan kembali kondisi otot yang sebaik-baiknya.
8. Stroking (Mengurut)
  • Menggunakan ujung-ujung jari, terutama tiga jari tengah, atau hanya ibu jari tergantung dari daerah yang akan dimassage. 
  • Mirip dengan manipulasi effleurage, hanya dibedakan mengenai arah gerakan yang dilakukan serta tujuan yang hendak dicapai. 
  • Stroking dilakukan dengan arah yang tidak menentu, yi dari bawah ke atas dan sebaliknya, kesamping kiri atau kanan menyusuri sela-sela iga atau diantara lekuk-lekuk tulang yang lain. Sedang effleurage adalah gerakan yang selalu menuju ke arah jantung.Memberi efek menenangkan, mengurangi rasa sakit mempengaruhi syaraf-syaraf tepi dan menghilangkan kekejangan otot. 
9. Skin-rolling (melipat kulit)
  • Utk melonggarkan/memisahkan kembali lengketan-2 yg terjadi antara kulit  dg  jaringan di bawahnya. 
  • Lengketan ini sering terjadi pada bagian kulit yg kedinginan, krn mendpt tekanan, bekas terjadinya cedera atau karena kurang lancarnya peredaran darah di daerah itu. 
  • Lengketan menimbulkan kekakuan, rasa tidak nyaman dan mengganggu kelancaran gerak sendiri dan otot-otot di sekitarnya.
  • Dg kulit dilipat,digulung dan kemudian berjln berurutan, maka lengketan akan dikurangi/dihilangkan, hingga peredaran darah lancar, serta fungsi darah sebagai alat pengangkut sisa pembakaran dan penyebaran zat-zat gizi terwujud. 
10. Chiropraktis (menggeletuk) 
  • Sama spt skin rolling, yaitu utk menghilangkan lengket-2 terutama di daerah persendian.  
  • Krn kerja berat dlm waktu lama, maka tidak semua sisa pembakaran yang tidak diperlukan dapat dibuang, hingga banyak tertingal dan tertumpuk didaerah persendian.  
  • Kumpulan sisa pembakaran yang merupakan racun ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan kekauan di daerah persendian, hingga akan sangat mengganggu fungsi persendian. Lebih-lebih disaat sesudah beristirahat lama atau pada waktu bangun tidur di pagi hari, kekakuan itu akan sangat menyiksa.  
  • Manipulasi chiropraktis dengan gerakan menggeletak, menarik, mengangkat atau menggeser tulang pada persendian akan menghilangkan lengketan-lengketan tersebut. 
PERSIAPAN SEBELUM MELULUT 
  1. Indikasi dan kontra-indikasi pada massage 
  2. Perlengkapan dan alat-alat yang diperlukan 
  3. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan  
1. Indikasi dan Kontraindikasi 

Indikasi 
suatu keadaan atau kondisi tubuh dapat atau tepat diberikan, serta akan memberi pengaruh yang positif terhadap tubuh:
  1. kelelahan yang sangat
  2. Otot kaku, lengket, tebal, dan nyeri sendi
  3. Gangguan atau ketegangan syaraf, kelayuan atau kelemahan otot
Kontra-indikasi
  1. Tubuh sedang dalam keadaaan demam
  2. menderita penyakit menular (thypus, cacar, tuberculose paru-paru dan lain-lain)
  3. menderita pengapuran pembuluh darah arteri (arteriosclerosis)
  4. menderita penyakit kulit (eksema, luka-luka lama yang memborok dll)
  5. akibat benturan, perkosaan, kesleo, melakukan gerak tiba-tiba atau gerak yang berlebihan, baik luka-luka di luar (terbuka) maupun di dalam jaringan (tertutup)
  6. penderit tempat bekas luka, bekas cedera, sendi yang terkilir, patah tulang
  7. patah tulang atau frakktur sebagai akibat bnturan, perkosaan atau paksaan (trauma), terutama di tempat fraktur itu sendiri. 
2. Perlengkapan dan alat-alat

Yang digunakan 
  1. Ruang massage lengkap dengan peralatannya: Ruang, tempat tidur/dipan, guling besar/kecil, waskom, sabun, handuk.
  2. Alat-alat atau baha pelicin:
  • Minyak dari tumbuh-tumbuhan (minyah nabati), misalnya minyak zaitun (olive oil), minyak cengkeh dan sebagainya.
  • Bedak/talk/lotion 
PEDOMAN PRAKTEK MELULUT 
  1. Posisi Terlungkup  (tidur tertelungkup).
  2. Posisi Tertelentang (tidur tertelentang). 
  3. Posisi duduk dan setengah duduk.  

Sumber : TIM ASOSIASI MASSEUR OLAHRAGA INDONESIA (AMORI)

0 Komentar pengunjung:

Poskan Komentar